Minggu, 26 April 2015

Aksi tipu kasir minimarket

Muhammad Armand
16 Nov 2012 | 09:34
Jemarinya lincah input data di komputer, monitor kasir itu tak
mengarah kepada kami sebagai konsumen. Iapun berucap:"44 ribu". Saya
memercayainya sebab saya percaya semua kasir, termasuk Sang Kasir yang
bekerja di sebuah rumah makan di Jalan Maddukelleng, Makassar,
kemarin. Berpuluh tahun saya tak pernahcomplain. Saya sangat meyakini,
mereka (kasir) bekerja dengan profesional. Mereka tak akan bekerja
asal-asalandusabal-abal.
Sumber: Periksa dan baca dengan seksama setiap struk transaksi Anda
(blog detik.com)
Saya tapaki anak tangga dari Lantai II, sedang istri saya belum
beranjak dari depan kasir. Sepertinya mereka berbincang serius. Saya
menunggui istri saya di Lantai I. Istriku menghampiriku, ia tegas
berpesan kepadaku:"Papa harus periksa dan baca baik-baik setiap struk
yang diberikan kasir...!".Saya belum mengerti apa maksud ucapan istri
saya ini."Ayo kita jalan pa. Nanti mama ceritakan",jelasnya.
* * *
Dalam perjalanan, istri saya menceritakan kejadian ringan di rumah
makan itu. Kasir menambahkanitempembelian yang sama sekali kami tak
memesan item yang tertulis di struk itu. Jumlahnya tak seberapa, hanya
3 ribu rupiah."Kok bisa ma?", tanyaku.
Istri sayapun menguraikanpanjang kali lebar. Modus operandi serupa itu
telah sering terjadi, ia menjumput referensi dari berbagai
pengalamannya hingga ia selalu membaca setiap struk yang diberikan
kasir kepadanya. Tersentak saya ketika menyimak ucapan-ucapannya yang
berhubungan denganAksi Tipu-tipu Sang Kasir.
Ia yang bekerja di sebuah perusahaan waralaba, kian meyakinkanku bahwa
istri saya tak mengada-ada. Ia sertakan berbagai fakta-fakta transaksi
kamuflase nan buram dari kasir ke kasir."Laki-laki paling banyak
korban struk transaksi", kata istri saya."Karena laki-laki praktis dan
malas periksa struk belanja", lanjutnya. Saya 'tersinggung dan
tersentil' dengan ucapan istri saya ini.
* * *
Pengalaman istri saya ini antara lain diminta membayar 16 ribu namun
struk tak diperlihatkan oleh kasir. Istri saya minta struk, Sang Kasir
dengan berat hati menyerahkannya. Kasir menambahkan sebotol air
mineral seharga 3 ribu walau istri saya tak pernah memesan air
mineral. Dengan santainya kasir bertanya:"Ibu tidak pesan air mineral
yah?". Akhirnya kasir mengembalikan uang 3 ribu kepada istri saya.
Istri saya pernah belanja diAlfamart, item belanja ditambahkan oleh
kasirnya."Mana struknya?", tanya istriku."Maaf Bu, komputer kami
trouble", ucap kasirnya."Kalau komputermu trouble, kenapa tidak lapor
ke KORWIL",sergah istri saya. Kasirnyapun kaget karena istri saya
menggunakan istilah KORWIL, sebuah ensiklopedi Alfamart yang
'disegani/ditakuti' oleh para karyawan toko di perusahaan PT.SAT
(Sumber Alfaria Trijaya).
Sandiwara Sang Kasir
Istri sayapun menguraikan bahwa perilaku-perilaku kasir demikian
piawai mengelabui konsumen. Perilaku tersebut sengaja membuang struk,
tidak memperlihatkan monitor ke konsumen, berpura-pura sibuk setiap
selesai input data transaksi, ia hindaricomplaindari konsumen. Jika
ada konsumencomplain, jawaban mereka sudah siap. Menurut istri saya,
jawaban standar para kasir adalahpermohonan maaf.
Jika bertemu dengan konsumen yangngotot, alot dan keras. Konsumen
serupa ini biasanya melabrak kasir dengan ucapan sarkastik setajam
silet. Dalam kondisi emergensi ini, atasan akan datang dan
berpura-pura memarahi kasir. Penjelasan istri saya secara empirik
membuat saya terdiam. Di pikiran saya hanyalah sebuah tanya, serupa
itukah modus operandi pada yang bernama oknum kasir?
Terbayang jika kasir menambahkan 2 ribuan setiap struk belanja per
pembeli. Alangkah melimpahnya 'pendapatan' sang kasir setiap harinya.
Pertanyaan selanjutnya, apakah tindakan ini pribadi atau aksi
kolaborasi sesama mereka?.Tuturan kasarnya adalah Mafia Kasir.
* * *
Yang pasti tindakan seperti ini -baik sengaja, setengah sengaja maupun
tak disengaja- telah melanggar hak-hak konsumen dalam Pasal 4 Undang
Undang No 8 tahun 1999 tentangPelindungan Konsumen, salah satu
butirnya berbunyi:Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar
dan jujur serta tidak diskriminatif.
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Salam Kompasiana.
Artikel aslinya ada di
http://m.kompasiana.com/post/read/503581/1/aksi-tipu-tipu-sang-kasir.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan komeng agan sanagt ditunggu