Rabu, 13 Mei 2015

[Tragis]RS. Ananda Bekasi, Terlantarkan Pasien BPJS, Dua Bayi Kembar Akhirnya Meninggal Dunia

Mei 13, 2015 by Redaksi
BERITA BEKASI – Malang betul nasib seorang ibu Sri Supartini (37)
warga Jalan Hidayah RT05/RW08 Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Kota Baru,
Kecamatan Bekasi Barat, melahirkan dua orang bayi kembar yang belum
sempat diberikan nama tersebut, sudah harus berpisah dan pergi untuk
selama-lamanya dari kedua orang tuanya.
Peristiwa tragis itu terjadi, ketika Sri Supartini, istri dari salah
seorang karyawan PT. Arnott's Indonesia yang merupakan pasien dari
peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) mau melahirkan di
Rumah Sakit Ananda karena mendadak mengalami kontraksi. Setelah
sampai, pasien disarankan untuk melahirkan melalui operasi sesar dan
perlu Box Inkubator untuk bayi.
Tapi, karena anak yang berada didalam kandungan belum termasuk sebagai
peserta BPJS, pasien harus membayar terlebih dahulu uang dimuka atau
deposit sebesar Rp16 Juta agar bisa masuk dan segera mendapatkan
pertolongan secara medis. "Padahal saya sudah bilang sebagai karyawan
PT. Arnott's Indonesia yang posisinya berdekatan dengan RS. Ananda
ini," ujar Asbih ayah dari bayi kembar tersebut kepada Beritaekspres.c
om, Selasa (12/5/2015).
Bayi Asbih dan Sri Supartini
Pihak Rumah Sakit Ananda lanjut Asbih, memita dirinya untuk
menghubungi terlebih dahulu HRD (Human Resource Development) PT.
Arnott's Indonesia. Berhubung hari libur (Minggu) tidak ada yang masuk
kantor tidak dapat menghubungi sesuai dengan permintaan dari pihak
Rumah Sakit. "Tapi saya sudah menawarkan bagaimana kalau saya membayar
sebesar Rp5 Juta dulu dan nanti sore saya akan lunasi," terangnya.
Namun sambung Asbih, pihak Rumah Sakit tidak segera memberi respon
cepat atas tawarannya itu. Sementara istrinya yang dalam keadaan
lemas, hanya bisa berbaring di ruang Instalasi Gawat Darurat (IDG)
Rumah Sakit Ananda, sambil menunggu permohonan suaminya dapat diterima
dan segera diberikan pertolongan. "Istri saya dalam kondisi lemas mau
melahirkan, hanya bisa terbaring di ruang IGD, tanpa ada pertolongan
sama sekali sebelum ada uang Rp16 Juta itu," ungkapnya.
Masih kata Asbih, karena melihat keadaan dan kondisi istrinya sudah
dalam keadaan lemas dan takut tidak sempat tertolong lagi ketika mau
melahirkan. Akhirnya, Asbih memutuskan untuk membawa istrinya keluar
dari Rumah Sakit Ananda untuk mencari Rumah Sakit lain. "Mau keluar
dari RS Ananda aja, saya masih harus membayar sebesar Rp124 ribu untuk
tempat tidur selama istri saya berbaring di IGD tadi," keluhnya.
Setelah keluar dari Rumah Sakit Ananda, beberapa Rumah Sakit penuh
yang pada akhirnya, Asbih membawa istrinya ke Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Kota Bekasi di Jalan Pramuka No.29. Pukul 16.00 WIB, istrinya
melahirkan anak pertamanya lalu disusul selang 20 menit lahir anak ke
duanya secara normal. Namun, pihak RSUD Bekasi menyampaikan kepada
Asbih untuk segera mencari Box Inkubator ke Rumah Sakit lain karena di
RSUD habis.
Asbih pun langsung mencari ke beberapa Rumah Sakit yang ada di Kota
Bekasi, tapi tidak ada, semua terpakai hingga Pukul 21.00 WIB, Asbih
belum bisa menemukan Box Inkubator untuk kedua anaknya yang baru
lahir. Dalam perjalanan usahanya, Asbih dikabari bahwa anak pertamanya
telah meninggal. "Dengar kabar itu, lalu saya pulang segera ke RSUD
dengan perasaan shok," kata Asbih sambil meneteskan air matanya kepada
Beritaekspres.c om, Selasa (12/5).
Sesampainya di RSUD, pihak Rumah Sakit menyarankan Asbih mencari ke
Rumah Sakit daerah Bantargebang. Namun, karena terlalu lama pada
akhirnya, Pukul 03.00 WIB anak kedua Asbih kembali meninggal dunia.
"Jujur saya langsung lemas dan tidak banyak berkata-kata, saya
berusaha sudah maksimal namun nasib berkata lain," tutup Asbih yang
sudah tidak bisa melanjutkan pembicaraannya lagi kepada
Beritaekspres.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan komeng agan sanagt ditunggu