WARTA KOTA, PARIS -- Penyanyi dari Indonesia, Anggun (40), berada di barisan terdepan ketika sekitar 200 orang pengunjuk rasa memprotes rencana eksekusi mati Serge Atlaoui, WN Perancis yang kini mendekam di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Demo yang diikuti Anggun itu digelar di Kota Paris, Perancis, Sabtu (25/4/2015) waktu setempat.
Dalam orasinya, Anggun yang sejak 1994 bermukim di Paris itu mengutuk hukuman mati dan minta vonis untuk Serge dibatalkan.
Anggun menyebut Indonesia kuno karena tanah kelahirannya masih memberlakukan hukuman mati.
Serge dijatuhi hukuman mati karena terlibat dalam pabrik pembuat ekstasi di Serang, Banten.
Pabrik itu disebut sebagai pabrik terbesar ketiga di dunia setelah
Fiji dan Tiongkok. Meski begitu, Anggun tetap tak bisa menerima hukuman mati untuk Serge.
Sebelumnya, Anggun menulis surat terbuka kepada Presiden Indonesia Joko Widodo melalui akun Facebook-nya, 22 April 2015.
Dalam suratnya itu Anggun meminta Presiden memberi grasi untuk Serge.
"Bapak Presiden, Anda mempunyai kekuasaan membuat dunia kita lebih
baik, dengan dikurangi kekerasan, tanpa tumpahnya darah, tanpa
kebrutalan, seperti yang tertulis di Pancasila: Kemanusiaan yang adil
dan beradab," tulis Anggun.
"Sebagai putri Jawa, dengan hormat saya memanggil jiwa kemanusiaan
Bapak yang selama ini menjadi karakteristik dan menggambarkan jalan
hidup Bapak. Saya mohon agar Bapak memberi grasi untuk Bapak Serge
Atlaoui," tulis Anggun yang lalu mengucap terima kasih dengan bahasa
Jawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silakan komeng agan sanagt ditunggu