Sabtu, 16 Mei 2015

(?)Ternyata Wong Fei Hung adalah Muslim, Jago Kungfu, Ulama dan Tabib

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jaguh Kung fu
dalam filem Once Upon A Time in China. Dalam film itu, watak Wong Fei
Hung dimainkan oleh pelakon terkenal Hong Kong, Jet Li.
Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, ahli Perobatan, dan ahli bela diri
legenda yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh
pemerintah China. Namun kerajaan China sering berupaya mengaburkan
identitasWong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej
kekuasaan Komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari
keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan
dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga
merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila
dibahasa arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu
pengobatan tradisional, serta ahli bela diri tradisional Tiongkok
(wushu / kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po
Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang
ulama yang menguasai ilmu wushu peringkat tertinggi. Ketinggian ilmu
bela diri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari
Sepuluh Harimau Kwantung. Kedudukan Harimau Kwantung ini di kemudian
hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.
Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatanan tradisional dan teknik
bela diri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim
membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah
dan tertindas pada masa itu. Kerana itulah masyarakat Kwantung sangat
menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Pasien keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal
dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau
begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan
sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam
membantu, tanpa mempedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa
pilih kasih.
Secara diam-diam juga, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan
bawah tanah melawan pemerintahan Kerajaan Ch'in yang korupsi dan
penindas. Kerajaan Ch'in ialah Kerajaan yang merobohkan kekuasaan
Kerajaan Yuan yang memerintah sebelumnya. Kerajaan Yuan ini dikenali
sebagai satu-satunya Kerajaan Kaisar Cina yang anggota keluarganya
banyak yang memeluk agama Islam.
Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat bela diri sejak berguru kepada Luk
Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang
kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung
berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi
lagenda. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan
merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi.
Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari
peristiwa pembakaran dan pembunuhan oleh pemerintahan Kerajaan Ch'in
pada 1734.
Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir
mengalahkan Kerajaan penjajah Ch'in yang datang dari Manchuria
(sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch'in
tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia,
inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya
akan berhasil menghalau pendudukan Kerajaan Ch'in.
Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru
pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah
menjadi ahli pengotan dan bela diri terkemuka. Bahkan ia berjaya
mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan ilmu pertahankan diri
semakin sukar ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang
sangat taktikal yang dinamakan Jurus Cakar Harimau dan Jurus Sembilan
Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir
menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah
menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia
seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menewaskan lebih
dari 30 orang preman pelabuhan berbadan tegap dan kejam di Canton.
Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai
ujian. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu kejadian kerusuhan dengan
mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah kerana istri-istrinya
meninggal dalam usia muda. Setelah isteri ketiganya meninggal dunia,
Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia
bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan
juga ahli bela diri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan
hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar bela diri
pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.
Wong Fei-Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya
dikenali sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup
yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid.
Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Subhanahu wa
Ta'ala dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita,
generasi muslim yang hidup setelahnya. .. Aamiin
..sumberhttp://duniakisahnyata.blogspot.in/2013/01/biografi-sejarah-wong-fei-hung-ternyata.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan komeng agan sanagt ditunggu